Selasa, 28 Januari 2014

BAGAIMANA AWALNYA DEMOKRASI?




Sebelumnya pasti kita sudah pernah mendengar kata demokrasi. Apasih demokrasi itu? “Demokrasi” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “pemerintahan oleh rakyat.” Kalau kita menggunakan kata itu sekarang, yang kita pikirkan ialah pemerintahan dimana rakyat ikut membantu jalannya pemerintahaan itu. Demokrasi politik telah muncul dalam dua bentuk umum. Pemerintahan dimana semua rakyat berkumpul untuk menentukan bentuk dari pemerintahan dan memilih pejabat untuk melaksanakannya yang disebut demokrasi langsung. 


Kalau rakyat memilih wakil-wakil untuk melakukan harapan mereka, maka itu disebut demokrasi tak langsung. Karena demokrasi langsung tidak mungkin dilakukan dalam skala besar dan banyak orang yang terlibat, hampir semua bentuk demokrasi yang dilakukan saat ini merupakan demokrasi tak langsung. Tidak ada negara yang dapat disebut negara demokrasi kalau tidak melaksanakan hak-hak asasi manusia. Diantara hak-hak ini ialah kebebasan berbicara, bergerak,berkumpul,media massa, agama dan kesamaan hak dalam hukum. Demokrasi politik sudah lama berawal di dalam sejarah. Di kota besar Yunani terutama Athena, ada demokrasi langsung. Namun di Athena lapisan masyarakat yang mengatur negara hanyalah sebagaian kecil dari populasi. Kebanyakan adalah budak dan mereka ini bersama wanita dan orang asing. Tidak mempunyai hak untuk memilih atau memegang jabatan. Jadi walaupun bentuk demokrasi langsung ada di Athena, sekarang kita banyak menemukan kesalahan dalam berbagai aspeknya. Demokrasi modern banyak berasal dari abad pertengahan. Salah satu ide dalam jaman itu adalah teori kontrak. Konon kontrak dibuat antara pemimpin dan subyeknya dimana setiap pihak harus melakukan kewajiban tertentu. Kalau pemimpin tidak melakukan tugasnya, maka rakyat mempunyai hak untuk mengambil kembali kekuasaan yang telah diberikan kepadanya. Wakil-wakil modern juga dimulai pada jaman feodal karena keperluan raja. Kerajaan feodal mengadakan rapat wakil-wakil untuk meminta sejumlah uang. Mereka merasa rakyat tidak akan keberatan dengan pajak baru jika wakil setuju sebelumnya. Tapi ini membantu berdirinya ide perwakilan. 

Sumber: Isi buku “Arkady Leokum - Aku Ingin Tahu #2” (Hal.187-188) .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar